Menanam kesuksesan

Melihat nama anak muncul di pengumuman pemenang lomba, rasanya senaang sekali. Padahal baru babak penyisihan. Hasil itu didapat karena dia berhasil berlatih sebelumnya. Perasaan senang itu juga dirasakan anak, karena emosi itu menular. Anak kemudian dimotivasi untuk belajar lagi. Karena merasa senang, anak jadi semangat untuk belajar lagi mempersiapkan semifinal.

Jadi memang keberhasilan2 kecil itu perlu dibiasakan. Agar anak menjadi terpicu untuk berusaha menciptakan keberhasilan berikutnya. Salah satu caranya adalah dengan mengikutkan anak pada lomba berjenjang. Mulai penyisihan sampai final.

Bagaimana jika dia tidak menang? Apa akan mematikan motivasinya?
Tidak. Jika orang tua mengarahkannya ke sesuatu yg baik lainnya, misalnya bahwa ini pelajaran agar dia tidak sombong. Dan bahwa berarti upaya dia belum maksimal.

Bagaimana jika gak menang-menang ?
Coba turunkan levelnya. Mungkin ketinggian level ujian yg dia ikuti. Dia belum siap.

Ibaratnya menanam tanaman. Dimulai dari menabur benih yg sangat kecil. Benamkan ke tanah. Lalu siram setiap hari. Lama-lama dia akan tumbuh, berkembang dan akhirnya menghasilkan bunga.
Ibaratnya
ibaratnya