Mendidik balita dengan Fun Learning

Featured

Usia kanak-kanak adalah masa cemerlang untuk belajar dan menggali potensi diri. Funtastic Learning with Nabil dan Naura hadir untuk mengajak anak cinta belajar sejak dini. Dengan mengeksplorasi berbagai tema, buku ini merangsang logika dan kecerdasan anak dengan cara yang menyenangkan.

Siapa sih orang yang tidak ingin memiliki anak yang pintar? Semua orag tentu memiliki cita-cita agar anak-anaknya menjadi anak yang sholeh dan pintar. Tapi bagaimana caranya untuk mewujudkan semua itu ? Apa cita-cita cukup hanya cukup berhenti di keinginan tanpa usaha lebih jauh ? Tentu tidak!

Lantas bagaimana? Apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua? Saat anak balita, apa kita hanya cukup disibukkan dengan memandikan dan memberinya makan saja?

Banyak hal yang perlu diajarkan kepada balita kita, diantaranya adalah pengetahuan tentang :

1. Diri

  • Penting sekali bagi orang tua untuk membantu anak mengembangkan diri, mengenali potensi diri dan mengembangkan rasa percaya diri.
  • Bila anak salah dalam hal mengenali
    diri mereka sendiri, maka orang tua perlu meluruskan pengenalan diri anak yang salah tersebut. Misalnya, anak yakin bahwa dirinya adalah si penakut, padahal Anda tidak melihat hal itu pada diri anak Anda.
  • Bantu anak melindungi diri sendiri. Di usia ini, anak yang mengenali  diri
    sebagai anak pemberani, kerapkali tidak memiliki rasa takut, meski bahaya itu ada.
  • Jelaskan pada anak bahwa anak yang pemberani tidak mencari-cari
    bahaya. Teman-teman sepermainannya kerap memanfaatkannya untuk melakukan hal-hal yang menantang bahaya.
  • Waspada orang asing. Bahaya lain yang kerap anak tidak sadari adalah
    keberadaan orang dewasa lain. Anak usia ini yang sudah tumbuh keberaniannya berkomunikasi dengan orang dewasa lain selain keluarganya, perlu disadarkan untuk melindungi diri dari niat buruk orang dewasa lain.
  • Beri pemahaman kepada anak Anda bahwa ia tak boleh berbicara dengan
    orang asing dan segera menghindar bila orang yang tak dikenalnya berusaha mendekatinya
  • Selengkapnya tentang pengenalan diri balita dapat dibaca pada link berikut :
  • http://bit.ly/1QL2wX4
  • http://bit.ly/1YwQmWc

2. Keluarga
3. Lingkungan
4. Binatang
5. Seni
6. Islam
7. Bentuk dan warna
8. Angka
9. Huruf latin
10. Huruf hijaiyah

Buku Funtastic Learning with Nabil dan Naura memberikan bantuan yang sangat praktis bagi orang tua untuk mendidik anak-anak.

1

2

Spesifikasi:
10 buku bermain
Kotak pas
Board game
Kartu bermain
Buku panduan orangtua
Augmented Reality

10 Tema buku bermain:
1. Diri
2. Keluarga
3. Lingkungan
4. Binatang
5. Seni
6. Islam
7. Bentuk dan warna
8. Angka
9. Huruf latin
10. Huruf hijaiyah

20151222065441

Endors dari:
1. Oky Setiana Dewi
2. Mona ratuliu
3. Bunda Rani Razak (pakar parenting)

Endorse Fun Learning

Endorse Fun Learning

Ayo manfaatkan masa indent. Discountnya lebih dari 35% lhooo…
Harga 1.5 juta
Disc pre order menjadi 975rb
DP indent 300rb
Buku ready diperkirakan Maret 2016
Pelunasan PO hingga April

Yang mau menjadi reseller juga boleh banget!

Hubungi kami di :

081908096070 (WA/sms)

7EB36323 (pin BBM)

Golden age atau masa keemasan

Apa itu golden age (masa keemasan) ?

Golden Age atau masa keemasan, adalah  “masa-masa penting anak yang tidak bisa diulang”. Beberapa pakar menyebutkan sedikit perbedaan tentang rentang waktu masa golde age, yaitu 0-2 th, 0-3 th, 0-5 th atau 0-8 th, namun semuanya sepakat bahwa awal-awal tahun pertama kehidupan anak adalah masa-masa emas mereka.Pada masa-masa ini, kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Apapun informasi yang diberikan akan berdampak bagi si anak di kemudian hari.

Di masa-masa inilah, peran orang tua dituntut untuk bisa mendidik dan mengoptimalkan kecerdasan anak baik secara intelektual, emosional dan spriritual.

Usia tersebut merupakan waktu yang ideal bagi anak untuk mempelajari berbagai macam keterampilan, membentuk kebiasaan-kebiasaan yang akan berpengaruh pada masa-masa kehidupan selanjutnya, dan memperoleh konsep-konsep dasar untuk memahami diri dan lingkungan sekitar.

Agar masa keemasan ini termanfaatkan secara optimal, maka orangtua diharapkan dapat melakukan proses pengasuhan dan pendidikan dengan cara yang optimal pula. Selain kemampuan dan pengetahuan, orangtua juga memerlukan media pendukung untuk membantu proses tersebut.

Berikut ini adalah tips dalam memberikan stimulasi/rangsangan anak pada masa golden age guna mengoptimalkan kecerdasan mereka:

1. Stimulasi yang Anda berikan bisa berupa pengalaman di alam terbuka. Untuk anak-anak pengamatan mereka akan alam sangat detil. Anak-anak biasanya akan belajar banyak dengan hanya mengamati. Orang tua bisa bercerita tetang alam dan binatang. Jawablah pertanyaan anak dengan bahasa mereka yang sederhana. Dan lebih banyak ajukan pertanyaan untuk menggugah rasa ingin tahu anak.

2. Anak juga belajar dengan mengamati dan meniru Anda. Maka sebagai orang tua Anda bisa menstimulasi mereka dengan menjadi teladan anak. Kalau Anda senang membaca, kemungkinan besar anak pun akan demikian.

 3. Jangan berikan target, tetapi hargailah anak atas usahanya. Kalau anak diberi standar-standar harus bisa membaca pada usia sekian, anak harus pandai membaca, maka anak akan mati-matian menyenangkan orang tuanya walaupun hati mereka tidak bahagia.

4. Pujilah mereka atas usahanya. Berikan mereka penghargaan atas usaha yang telah mereka berikan dengan hal yang bermanfaat, misalnya dengan mengajak mereka jalan-jalan ke toko buku, taman pintar, water boom dan lain-lain.

5. Berikan mainan yang bermanfaat bagi perkembangan keterampilan anak seusia mereka. Berilah mereka kasih sayang dan rasa aman sehingga mereka pun akan sanggup memberi kasih sayang pada sesamanya. Di masa golden age, jika peran orang tua membahagiakan dalam kehidupan mereka, memori ini akan terkenang selamanya dan membawa pengaruh positif di kehidupan dewasa mereka kelak.

Buku seri Halo Balita adalah salah satu media pendukung untuk mengoptimalkan proses pendidikan dan pengasuhan pada masa keemasan balita. Cerita-cerita pada buku ini dirancang khusus untuk mendorong anak dalam membentuk sikap mandiri serta mengenal nilai moral dan spiritual. Elemen-elemen pada buku ini juga dirancang untuk membantu mengembangkan berbagai potensi balita Anda.
–Dr. Juke R. Siregar, M.Pd.–
(dalam Halo Balita-Panduan untuk Ayah dan Ibu)

Referensi :

http://tipsanda.com/2009/02/07/tips-memberi-stimulasi-anak-di-masa-golden-age/

Perebutan Masa Golden Age Diantara Madzhab Pendidikan

Masa balita, dengan istilah “golden age” memang menjadi perebutan para ahli pendidikan dalam menanamkan “apa yang seharusnya” menjadi bekal awal seorang manusia untuk kelak meniti hidupnya. Pengikut mazhab kreativitas tentu saja mengutamakan perkembangan berfikir kreatif sebagai sesuatu yang wajib ditangani pada masa ini.
Pengikut mazhab “sains” mengutamakan mengajarkan sains sejak dini.
Penganut mazhab “multiple intelligence” mengutamakan keseimbangan unsur-unsur kecerdasan tersebut pada diri anak.

Dan di lembaga kami, kami menganut mazhab akhlaq qurani, budi pekerti yang mulia (akhlaqul karimah), jadi konsen kami adalah menanamkan akhlaqul karimah (tentu saja berdasar tuntunan Al Quran) sejak dini kepada anak.

Setiap orang tua tentu saja ingin yang terbaik untuk anaknya. Orang tua mana yang tidak ingin anaknya menjadi orang yang lebih baik dari dirinya pribadi? Yang menarik adalah ketika orang tua memiliki keinginan yang terlalu tinggi. Dijejalkanlah semua yang ada di kawah candradimuka les untuk anaknya. Dan lupa bahwa anak juga manusia, bukan manusia super. Banyak anak yang mengeluh bahwa waktunya habis tandas untuk les ini-itu dan tak ada waktu belajar. Bahkan, penulis pribadi pernah mendengar, bahwa ada anak di kelas 6, terkena stroke ringan, dengan keterangan dari dokter, bahwa otaknya telah terlanda kelelahan (plus gaya makan yang modern aka terlalu banyak lemak).

Tapi, mari kita berbicara tentang prioritas. Apakah keinginan yang tertinggi dalam hati kita? Anak menjadi orang yang baik? Atau yang lainnya? Semua itu memang baik buat anak.. tapi mari kita renungkan…

Bila kita memprioritaskan sains maka tujuannya adalah menjadikan anak saintis y jenius
Bila kita memprioritaskan seni, maka tujuannya adalah menjadikan anak seniman y kreatif
Bila kita memprioritaskan multiple intelegence maka tujuannya menjadikan anak yang cerdas
Bila kita memprioritaskan hafalan kitab suci (bacaannya saja) maka tujuannya jadi anak hafiz (tanpa kita peduli apakah anak tahu artinya atau tidak)
Nah sekarang giliran kami bertanya. Adakah saintis, org cerdas, seniman, dan pedalil/penghafal yang jahat?
Ya. Ada dokter yang malpraktek, ada pencipta rudal pemusnah massal, banyak pemain band yang ngobat, dan banyak orang yang menggunakan kitab suci untuk kepentingannya sendiri.

Apabila tujuan anda mengenalkan itu sejak dini untuk mengenal Tuhannya, Adakah saintis, orang cerdas, seniman, dan pedalil yang tidak mengenal Tuhan?

Ya. Banyak saintis yang malah menolak keberadaan Tuhan dengan penemuannya, banyak seniman yang memiliki ‘agama’ sendiri. Kalau pedalil sih, tidak menolak, paling parah mengaku Rasul, atau menafsirkan kitab suci untuk kepentingannya sendiri.

Nah, relakah anda bila anak anda jenius, kreatif, cerdas, hafal kitab suci misalnya, akan tetapi berwatak jahat? Relakah anda bila anak anda jenius, kreatif, akan tetapi jauh dari Tuhan, bahkan menolak keberadaan-Nya?

Tentu itu adalah sebuah pilihan. Hanya saja, kami yakin bahwa semua orang tua yang baik, menginginkan anaknya menjadi orang yang baik.
Seandainya anak dididik dengan akhlaq yang baik, akhlaq al Quran (atau akhlaq baik menurut agama masing2), maka tujuannya adalah menjadi anak yang berkelakuan baik.
Dia mungkin tidak akan jadi ilmuwan, bahkan bisa jadi bodoh, tapi bila berilmu dia takkan menggunakan ilmunya untuk kejahatan, dan bila bodoh, dia takkan bisa dipengaruhi untuk berbuat jahat.
Dia mungkin takkan mengerti seni, tapi bisa memilih baik dan buruk
Dia mungkin takkan hafal 30 juz, tapi mengerti dan mencintai al Quran (atau kitab suci anda sendiri)

Nah.. silahkan anda pilih sendiri, akan diisi dengan apa, golden age anak anda.

Sumber :

http://rumahquraani.blogspot.com/2010/10/perebutan-masa-golden-age-diantara.html

http://pelangibuku.blogspot.com/2010/11/perebutan-masa-golden-age-diantara.html

Untuk informasi pelatihan dan metoda, hubungi FB Rumah Qurani