Tutorial Productivity Planner #1

Tahun demi tahun berganti, hampir tidak terasa. Kemana saja waktu berlalu? Apa saja yang sudah aku lakukan? Seberapa efektif aku telah menghabiskan waktuku? Apakah sebetulnya aku bisa melakukan hal yang lebih baik?

Satu hal yang aku yakini, yaitu bahwa kita harus selalu berusaha untuk menjadi lebih baik. Itulah mengapa beberapa orang melakukan ritual muhasabah akhir tahun. Ada juga yang berpendapat sebaiknya kita bermuhasabah setiap selesai sholat. Bagus sih, tapi biasanya selesai sholat pikiran sudah dipenuhi oleh hal-hal mendesak yang harus dilakukan saat itu. Jadi tidak ada salahnya jika tahun baru dijadikan momentum untuk merenungkan kembali apa saja yg sudah aku lakukan, dan mencoba hal baru untuk menuju ke arah yang lebih baik.

Tahun 2019 ini aku awali dengan penggunaan planner baru, diharapkan dengan planner ini hidupku bisa lebih baik lagi.

Planner ini dirancang untuk 12 pekan. Kenapa cuma 12 pekan? Berikut penjelasannya.

Perencanaan 12 Pekan

Fokus pada 1 Tujuan

Tujuan dari productivity planner adalah membantu Anda untuk fokus pada satu tujuan #1 Anda dalam 12 pekan ke depan. Kenapa hanya satu tujuan? Jawabannya sederhana: karena sukses tidak dibangun dengan mengejar banyak tujuan sekaligus. Sukses dibangun dengan mengejar satu tujuan, satu per satu. Mengejar terlalu banyak tujuan melelahkan kita, efeknya? Tidak satu pun yang tercapai. Inilah pentingnya fokus pada tujuan terpenting Anda. Bukan berarti Anda dilarang membuat tujuan-tujuan lain, bukan. Anda boleh menetapkan tujuan-tujuan lain. Namun, fokus Anda pada 12 pekan ini adalah pada satu tujuan terpenting Anda. Tujuan lain hanyalah sampingan.

Mengapa 12 pekan?

Pertama, meniru sistem periodisasi atlit. Saat akan mengikuti pertandingan, para atlit membutuhkan waktu setidaknya 12 pekan untuk mempersiapkan diri.
Kedua, waktu yang ideal untuk mempertahankan fokus. Tidak terlalu pendek, tidak juga terlalu panjang. Perencanaan 12 bulan alias setahun seringkali tidak efektif karena terlalu panjang bagi sebagian orang. Mengubah kerangka waktu dari 12 bulan menjadi 12 pekan adalah sebuah ide untuk memadatkan fokus dan energi kita.
Ketiga, memberikan efek tenggat waktu (deadline). Sudah menjadi rahasia umum, waktu paling produktif di sebuah perusahaan adalah tiga bulan terakhir. Mengapa? Karena sudah waktunya tutup buku. Target-target yang tidak tercapai di 9 bulan sebelumnya, tiba-tiba bisa tercapai hanya dalam 12 pekan saja. Bukankah ini ajaib? Artinya, sebenarnya 12 pekan adalah waktu yang sangat cukup untuk mewujudkan tujuan yang biasanya memerlukan waktu satu tahun.

Anatomi Perencanaan 12 Pekan (Hal. 3)

TUJUAN UTAMA

Apa satu hal yang ingin Anda wujudkan dalam 12 pekan ke depan?
Pertanyaan ini dapat diubah menjadi:
Apa satu hal yang ingin Anda wujudkan dalam 12 pekan ke depan sehingga dengan mewujudkannya maka hal-hal lainnya menjadi lebih mudah atau bahkan tidak diperlukan?
Intinya adalah memilih tujuan 12 pekan Anda secara hati-hati. Pastikan tujuan yang Anda pilih adalah tujuan yang memberi dampak signifikan pada kehidupan pribadi maupun profesional.
Di awal, tuliskan dulu semua tujuan yang terpikir oleh Anda di selembar kertas, lalu barulah pilih satu tujuan yang paling berdampak dan paling ingin Anda wujudkan dalam 12 pekan ke depan.
Tujuan yang Anda pilih boleh tujuan yang masuk dalam domain (area) pribadi, profesional, keluarga, keuangan, atau kontribusi ke masyarakat.
Ini beberapa contoh tujuan utama:
  • Menulis buku pertama.
  • Menurunkan berat badan.
  • Merekrut 500 reseller untuk produk X.

MOTIVASI

Mengapa tujuan ini penting bagi Anda?
Bagian kedua ini terkait dengan WHY-nya, alasan atau motivasi mengapa Anda menginginkan tujuan tersebut. Tanpa WHY yang kuat, Anda tidak akan mau berkomitmen dengan tujuan Anda. Maka, tanyakan ke diri Anda: mengapa tujuan ini penting bagi saya? Tanyakan berkali-kali sampai Anda menemukan jawaban yang menggetarkan hati Anda. Lalu tuliskan di planner Anda.
Contoh:
Tujuan Utama: Menulis buku pertama.
Motivasi: Karena buku adalah warisan abadi untuk keturunan saya. Buku adalah sarana untuk mewariskan keilmuan dan pengalaman yang saya dapatkan selama saya hidup.
Tujuan Utama: Menurunkan berat badan.
Motivasi: Karena tubuh adalah amanah. Tubuh yang sehat membuat saya semakin mudah dalam beribadah.
Tujuan Utama: Merekrut 500 reseller untuk produk X.
Motivasi: Karena ini adalah langkah awal yang dapat membuat bisnis saya menembus batas.
Tidak masalah jika motivasi Anda terkesan abstrak, karena sifat motivasi memang demikian.

BUKTI

Darimana Anda tahu bahwa tujuan tersebut sudah tercapai? Apa yang Anda lihat dan dengar?
Bagian ketiga ini bertujuan untuk membuat tujuan Anda menjadi lebih spesifik dan terukur. Sehingga ketika ada orang lain yang membacanya, pemahamannya sama antara dia dengan Anda.
Contoh:
Tujuan Utama: Menulis buku pertama.
Bukti: Naskah buku yang sudah diprint sebanyak 300 halaman kertas ukuran B5. Saya melihat desain cover buku saya.
Tujuan Utama: Menurunkan berat badan.
Bukti: Berat badan turun menjadi 65 kg. Saya melihat tubuh saya nampak lebih langsing dan dapat mengenakan gaun merah favorit saya. Saya mendengar orang berkomentar: “sekarang langsingan ya?” Saya juga merasa segar dan berenergi sepanjang hari.
Tujuan Utama: Merekrut 500 reseller untuk produk X.
Bukti: Saya memiliki 2 grup WhatsApp yang masing-masing berisi 250 reseller. Setiap hari saya melihat daftar pesanan dari reseller saya.

AKTIVITAS KUNCI

Apa saja tindakan yang perlu Anda lakukan untuk mewujudkan tujuan ini?
Di bagian terakhir ini, tulis dulu tiga tindakan yang terpikir untuk mencapai tujuan Anda. Nanti Anda dapat merevisinya sambil jalan. Tuliskan saja dulu apa yang sudah Anda ketahui.
Contoh:
Tujuan Utama: Menulis buku pertama.
Aktivitas Kunci:
  • Menulis 4 halaman setiap hari
  • Konsultasi dengan coach saya seminggu sekali
  • Menghubungi 5 penerbitan
Tujuan Utama: Menurunkan berat badan.
Aktivitas Kunci:
  • Olahraga minimal 30 menit setiap hari
  • Berhenti makan setelah jam 17.00
  • Stop minuman bergula
Tujuan Utama: Merekrut 500 reseller untuk produk X.
Aktivitas Kunci:
  • Membuat list manfaat jadi reseller produk X
  • Promosi di Facebook setiap hari
  • Konsultasi ke teman yang punya reseller ribuan
Terkait aktivitas kunci, bisa dibaca lebih lengkap di buku Life by Design (Darmawan Aji, Penerbit Metagraf, 2018)

Contoh isian perencanaan 12 pekan

Jika anda tertarik untuk memiliki productivity planner ini, silahkan hubungi saya.

Artikel selanjutnya :
http://nabikuidolaku.net/tutorial-productivity-planner-2/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *